iklan
AplikasiJaringanMedia SosialTeknologi

Meta Kembali Prioritaskan Konten Politik di Media Sosial: Apa Dampaknya Bagi Pengguna?

×

Meta Kembali Prioritaskan Konten Politik di Media Sosial: Apa Dampaknya Bagi Pengguna?

Share this article

 

Meta, perusahaan teknologi yang menaungi Instagram, Facebook, dan Threads, mengumumkan kebijakan baru terkait konten politik di platform mereka. Mulai pekan ini, pengguna akan kembali melihat rekomendasi konten politik, termasuk dari akun yang tidak mereka ikuti. Kebijakan ini mengubah langkah sebelumnya yang membatasi rekomendasi konten politik, yang diberlakukan sejak Februari 2024.

Keputusan tersebut diumumkan CEO Meta, Mark Zuckerberg, melalui video di akun Facebook pribadinya. Zuckerberg menjelaskan bahwa kebijakan ini diambil setelah menerima masukan dari pengguna yang kini menginginkan lebih banyak konten politik.

“Sebelumnya, pengguna meminta agar platform kami tidak dipenuhi konten politik karena membuat mereka stres. Namun, kini mereka ingin melihat jenis konten ini lagi,” ujar Zuckerberg.

Ia juga menegaskan bahwa Meta akan berusaha menjaga suasana komunitas media sosial tetap positif dan ramah.

Selain perubahan kebijakan, Zuckerberg menyebut hasil Pemilu AS sebagai salah satu alasan di balik langkah ini. Terpilihnya Donald Trump, menurutnya, menjadi momen penting bagi Meta untuk kembali memprioritaskan kebebasan berbicara (free speech) di platform mereka.

“Apa yang terjadi di Pemilu AS terakhir menjadi titik balik bagi kami untuk kembali memprioritaskan free speech. Kami berharap dapat bekerja sama dengan pemerintah Trump untuk mendorong hak ini,” kata Zuckerberg.

Sebagai bentuk dukungan, Meta diketahui menyumbang 1 juta dolar AS untuk pelantikan Trump.

Adam Mosseri, Head of Instagram, juga menyampaikan pandangannya dalam sebuah video di akun Instagram pribadinya, @mosseri. Mosseri menekankan bahwa Meta menyadari perlunya menyediakan beragam konten, termasuk politik, sesuai dengan preferensi pengguna.

“Kami menyadari bukan tugas kami untuk memilih konten politik atau tidak di media sosial. Oleh karena itu, mulai pekan ini, kami akan menampilkan rekomendasi konten politik kepada pengguna, sesuai dengan algoritma yang dipersonalisasi,” kata Mosseri.

Meski Meta kembali menampilkan konten politik, pengguna tetap dapat membatasi tampilan konten tersebut melalui pengaturan di akun mereka. Namun, belum ada kepastian apakah fitur pembatasan ini akan dihapus di masa mendatang.

Menurut laporan TechCrunch, kebijakan ini berlaku di Instagram, Facebook, dan Threads mulai pekan ini. Meski demikian, Meta belum mengonfirmasi apakah perubahan ini akan diterapkan secara global atau terbatas di wilayah tertentu seperti Amerika Serikat.

Keputusan ini menunjukkan komitmen Meta untuk menyesuaikan kebijakan dengan kebutuhan pengguna, sembari tetap menjaga keseimbangan antara kebebasan berbicara dan pengalaman pengguna yang menyenangkan di media sosial. (***)


Berlangganan berita gratis di Google News klik disini
Ikuti juga saluran kami di Whatsapp klik disini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *