PEMBARUAN.ID – Calon gubernur dan wakil gubernur Lampung nomor urut 2 Rahmat Mirzani Djausal-Jihan Nurlela berhasil unggul dan dengan angka yang fantastis dari pesaingnya Arinal-Sutono dalam Pilgub Lampung versi hitung cepat (Quick Count).
Berdasarkan hitung cepat Indikator Politik Indonesia dengan 100 persen suara masuk, Mirza Jihan memperoleh 82,54 persen suara, sementara pasangan Arinal Djunaidi dan Sutono hanya memperoleh 17,46 persen.
Pengamat Politik Universitas Lampung (Unila) Bendi Juantara menilai, kemenangan telak Mirza-Jihan tidak terlepas dari dukungan kuat warga Nahdlatul Ulama (NU) di Lampung.
Ia juga menyinggung analisisnya saat Jihan resmi ditetapkan sebagai Wakil Gubernur pasangan Mirza, tempo lalu. Menurutnya alasan dibalik menjadikan Jihan sebagai Wakil untuk menarik dukungan dari NU.
“Jauh sebelum hari pencoblosan saya pernah menyoroti kenapa Jihan yang diputuskan menjadi wakil dan kenapa bukan Umar Ahmad, dan lain-lain. Hal ini karena membaca seberapa besar peluang kemenangan,” kata dia saat diwawancarai, Jumat (29/11/2024).
Menurutnya dalam penentuan bursa calon kepala daerah, tidak hanya berbicara tentang visi-misi dan pembangunan tetapi juga melihat besar peluang kemenangan. Oleh karena itu Jihan diputuskan menjadi wakil gubernur pasangan Mirza.
“Strategi Mirza yang menggandeng Jihan implikasinya dukungan NU sebagian besar menguat atau bulat kedia. Salah satunya bisa dilihat dipondok-pondok pesantren yang terafiliasi dengan NU,” tambahnya.
Dukungan kuat warga NU kepada Paslon Mirza-Jihan juga bisa dilihat dari hasil pemilihan di Kabupaten Lampung Timur, yang sering disebut-sebut sebagai basis utama warga NU dengan memperoleh suara 79,72 persen versi lembaga hitung cepat.
Diketahui juga, Mirza-Jihan juga masif melakukan agenda kampanye ke lingkungan warga NU. Hal ini terlihat dari agenda Kampanye Sholawatan di hampir seluruh Kabupaten/kota di Lampung.
Bendi menyebutkan, kemenangan telak Mirza-Jihan juga dikarenakan pengaruh kuat Prabowo Subianto dan mobilitas politik yang kuat.
Sementara berdasarkan analisis Lembaga indikator Politik Indonesia terdapat beberapa alasan secara umum masyarakat memilih kepala daerah di Lampung.
“Pertama, ingin ada perubahan 24 persen, karena calonnya perhatian pada rakyat itu ada 12,3%, didukung Pak Prabowo 8,9%, program kerja dan visi misinya 8,1% dan lebih meyakinkan 7,2%,” kata Agus Trihartono, Senior peniliti Indikator Politik Indonesia.
Dari analisis Lembaga indikator Politik Indonesia ini menggambarkan faktor-faktor kemenangan telak yang diperoleh oleh Mirza-Jihan. (sandika)














