PEMBARUAN.ID – Jelang musim penghujan yang diprediksi berlangsung pada Oktober hingga November 2024 di sebagian besar wilayah Indonesia, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandarlampung mengingatkan warga untuk menjaga kebersihan lingkungan, khususnya dengan tidak membuang sampah sembarangan. Langkah ini diharapkan mampu mengurangi risiko banjir yang kerap melanda kota.
Sekretaris DLH Kota Bandarlampung, Veni Debialesti menegaskan, banjir merupakan masalah yang memerlukan kerjasama semua pihak. Ia menyoroti pentingnya perubahan kebiasaan masyarakat dalam pengelolaan sampah.
“Ini adalah masalah bersama yang harus diselesaikan bersama pula. Risiko banjir bisa kita kurangi dengan membiasakan diri untuk membuang sampah pada tempatnya,” ujar Veni saat diwawancarai, Rabu (09/10/2024).
Ia menjelaskan bahwa sampah yang menumpuk di selokan dan aliran sungai dapat menghambat arus air, sehingga menyebabkan genangan atau bahkan banjir di jalanan maupun pemukiman.
DLH telah melakukan berbagai upaya edukasi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat. Salah satunya melalui sosialisasi di sekolah-sekolah.
Selain itu, pihak DLH juga menyediakan tong sampah di berbagai tempat umum untuk memudahkan warga membuang sampah sesuai jenisnya. Namun, Veni mengakui bahwa masih ada oknum yang merusak fasilitas tersebut.
“Edukasi ini sudah sering kami lakukan. Namun, ada saja oknum yang nakal, seperti mengambil tutup tong sampah bahkan membawa seluruh tong sampahnya,” jelasnya.
DLH Kota Bandarlampung juga aktif membina masyarakat di beberapa kecamatan seperti Kemiling dan Telukbetung Selatan melalui program bank sampah.
Dalam program ini, warga diajarkan untuk mengolah sampah menjadi pupuk kompos atau cair, serta memanfaatkan limbah rumah tangga untuk budidaya magot yang memiliki nilai ekonomi.
“Kami memiliki binaan yang mengelola sampah menjadi kompos dan cairan pupuk. Limbah organik, seperti sayuran, bisa dimanfaatkan untuk budidaya magot, yang kemudian dapat memberikan nilai tambah secara ekonomis,” tutup Veni.
Dengan upaya tersebut, diharapkan warga dapat berperan aktif dalam menjaga lingkungan, sekaligus mendukung DLH dalam mengatasi permasalahan banjir. (agis)














