iklan
Bisnis

CEO Talk PTPN I: Siwi Peni Tekankan Pentingnya ‘Trust’ dalam Kepemimpinan

×

CEO Talk PTPN I: Siwi Peni Tekankan Pentingnya ‘Trust’ dalam Kepemimpinan

Share this article

PEMBARUAN.ID —Siwi Peni, Direktur SDM dan TI PTPN I, mengutip John C. Maxwell ketika berbicara tentang kepemimpinan. “Semua keberhasilan dalam memimpin berawal dari kepercayaan atau trust,” ungkapnya, tegas namun penuh ketenangan.

Dalam CEO Talk yang digelar Sabtu (28/09/2024) di Bandarlampung, Siwi berbicara kepada para asisten tanaman dan pengolahan PTPN I. Ia menegaskan bahwa kepercayaan adalah pondasi yang tidak bisa diabaikan dalam membangun reputasi seorang pemimpin.

Saat memberikan materi pada pelatihan bertajuk Enhancing Operational Excellence yang diinisiasi oleh LPP Agro Nusantara, Siwi tak hanya bicara soal teori. Dia menantang para peserta untuk merenungkan ulang paradigma kepemimpinan mereka.

“Respek akan tumbuh jika seorang pemimpin bisa dipercaya dan mempercayai orang lain,” ujarnya, seolah mengajak setiap peserta melihat diri mereka lebih dalam.

Siwi Peni menyampaikan pesannya dengan lugas, namun setiap kalimatnya seolah mengandung makna yang lebih besar.

“Trust itu harus diperjuangkan dengan keras,” katanya, seraya mengingatkan bahwa kehilangan kepercayaan, apalagi dalam kepemimpinan, bisa menjadi awal dari jatuhnya reputasi.

Sesi CEO Talk ini bukan hanya sekadar berbagi ilmu, melainkan juga sebuah refleksi mendalam. Bersama beberapa pimpinan lainnya, seperti Hendra Putra, Kepala Divisi Tanaman Karet PTPN I, serta Ronald Sudrajat dari SDM dan IT Regional 7, mereka berbagi pengalaman.

Siwi, seorang alumnus Magister Manajemen dari UGM, dengan cermat menjelaskan lima elemen kepemimpinan versi Maxwell, mengaitkannya dengan kondisi operasional sehari-hari. Dia memastikan setiap peserta mampu menghubungkan teori besar itu dengan tantangan yang dihadapi di lapangan.

Siwi tak hanya bicara soal trust, dia juga membedah realitas bisnis yang dihadapi PTPN I, khususnya di komoditas karet. Dengan angka-angka yang tak terbantahkan, dia menjelaskan betapa besar tantangan yang dihadapi perusahaan dalam menjaga keberlanjutan bisnisnya.

“Dalam hitungan saya, penyadap karet yang bekerja di lahan satu hektare, dengan produktivitas rata-rata 14 kilogram per hari, hanya menyumbang keuntungan kurang dari Rp1 juta per bulan,” ungkapnya.

Dia memberikan perhitungan detail tentang kontribusi para penyadap selama bertahun-tahun bekerja, menyadarkan para asisten bahwa tantangan finansial perusahaan begitu nyata.

Bagi Siwi, detail-detail kecil inilah yang seharusnya menjadi perhatian utama. Dia menekankan pentingnya kepekaan terhadap kondisi riil yang terjadi di lapangan.

“Jangan sampai kita tidak peka terhadap pelanggaran atau penyelewengan, sekecil apa pun itu,” tegasnya, seraya mengingatkan bahwa target perusahaan, seperti 22 kilogram per hari per penyadap, bukan angka sembarangan. “RKAP itu sudah mempertimbangkan potensi, dan kita harus mengejarnya.”

Pada akhirnya, pesan Siwi jelas. Tantangan dalam industri agro akan semakin berat. Namun, dengan membangun kepercayaan dan menjalankan peran sebagai pemimpin dengan sungguh-sungguh, setiap elemen di PTPN I memiliki kesempatan untuk mencapai target yang diinginkan.

Kepercayaan adalah modal utama. Dan, bagi Siwi, hal itu bukan hanya sebuah teori—melainkan sebuah prinsip yang harus dipegang erat. (***)


Berlangganan berita gratis di Google News klik disini
Ikuti juga saluran kami di Whatsapp klik disini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *