PEMBARUAN.ID – Keputusan dr. Ardito Wijaya untuk maju dalam Pilkada Lampung Tengah 2024 sebagai penantang Musa Ahmad bukanlah sekadar pencalonan biasa.
Di tengah hiruk-pikuk perpolitikan lokal yang sering kali diwarnai oleh prediksi tak berujung, Ardito muncul sebagai figur yang siap menentang arus, dengan tekad yang tidak bisa dianggap remeh. Selasa (27/08/2024) menjadi titik mula langkah berani ini.
Pengumuman dari DPP PDI Perjuangan yang memberikan restu kepada pasangan Ardito Wijaya dan I Komang Koheri, SE, seolah menjadi titik balik dari skenario yang sebelumnya digembar-gemborkan, di mana Musa Ahmad disebut-sebut akan melenggang mulus tanpa lawan berarti. Namun, di panggung politik, tak ada yang pasti hingga detik terakhir.
Dalam suasana yang penuh ketegangan, Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto secara resmi mengumumkan rekomendasi tersebut di kantor pusat partai, Jl. Diponegoro, Jakarta Pusat.
Tak hanya untuk Lampung Tengah, pengumuman itu juga mencakup enam provinsi dan kabupaten/kota lain di Indonesia. Sebuah langkah politik yang tak bisa dipandang sebelah mata.
Saat ditemui media, Ardito tak bisa menyembunyikan rasa syukur yang mendalam. Baginya, rekomendasi ini bukan sekadar secarik kertas, melainkan mandat penuh untuk mengubah lanskap politik Lampung Tengah.
“Hari ini adalah momen yang sangat berharga dalam hidup saya,” ungkap Ardito, dengan nada yang sarat makna. Bukan sekadar pencalonan, ini adalah pertempuran untuk masa depan kabupaten yang penuh potensi, namun kerap kali terbelenggu oleh politik yang statis.
Namun, langkah ini bukan tanpa tantangan. Setelah mendapatkan rekomendasi, Ardito dan Komang harus segera menggalang dukungan dari berbagai lapisan masyarakat—sebuah tugas yang lebih mudah diucapkan daripada dilakukan.
Dari tokoh adat hingga kaum milenial, semuanya perlu dirangkul untuk memastikan gerbong politik ini berjalan lancar menuju KPU Lampung Tengah pada 29 Agustus mendatang.
“Kami akan turun langsung ke bawah, door to door, bergerak bersama tokoh masyarakat, tokoh agama, pemuda, dan relawan,” janji Ardito, seakan menegaskan bahwa perjuangan politik ini adalah sebuah misi kolektif, bukan hanya ambisi pribadi.
Langkah ini jelas mematahkan banyak prediksi. Musa Ahmad, yang sebelumnya diprediksi melawan kotak kosong, kini harus bersiap menghadapi tantangan serius.
Pilkada Lampung Tengah 2024, yang awalnya diperkirakan akan berjalan datar, tiba-tiba berubah menjadi panggung politik penuh dinamika.
Ardito Wijaya dan I Komang Koheri kini resmi maju, membawa serta harapan, ambisi, dan tantangan yang tak ringan. Bagaimana akhir dari kontestasi politik ini? Hanya waktu yang bisa menjawab, namun satu hal pasti—politik Lampung Tengah tak lagi sama. (red)














