iklan
DAERAHPOLITIK

Kursi Roda untuk Ibu Sakdiah: Kisah Kepedulian Sahabat Ardian Saputra

×

Kursi Roda untuk Ibu Sakdiah: Kisah Kepedulian Sahabat Ardian Saputra

Share this article

PEMBARUAN.ID – Di sebuah sudut Kecamatan Abung Semuli, Kamis pagi yang cerah pada 25 Juli 2024, kehangatan begitu terasa. Di sana, tim relawan Sahabat Ardian Saputra tengah bersiap mengunjungi rumah sederhana Ibu Sakdiah di Semuliraya. Mereka membawa sesuatu yang lebih dari sekadar bantuan; mereka membawa harapan.

H. Sofyan, SP, MM, berdiri di depan pintu rumah dengan senyum penuh empati. Ia bukan hanya wakil dari bakal calon bupati Lampung Utara, Ardian Saputra, tapi juga sahabat yang membawa pesan kepedulian.

Dengan tangan yang mantap, Sofyan menyerahkan kursi roda kepada Ibu Sakdiah. “Semoga bermanfaat ya, Ibu. Dengan adanya kursi roda ini, semoga aktivitas Ibu lancar semua,” katanya, matanya menyiratkan ketulusan.

Kursi roda itu bukan sekadar alat bantu. Ia adalah simbol dari rasa peduli yang tulus. Meskipun Ardian Saputra tidak bisa hadir, Sofyan mewakilinya dengan penuh kehangatan.

“Kami mewakili beliau (Ardian) menyampaikan permohonan maaf karena beliau tidak sempat hadir di sini. Namun, beliau berharap bantuan kursi roda ini dapat benar-benar membantu aktivitas Ibu Sakdiah ke depannya,” ucap Sofyan dengan nada lembut.

Di tengah suasana haru, Basri, suami Ibu Sakdiah, menyampaikan rasa terima kasih yang tak terhingga.

“Dengan kursi roda ini, istri saya dapat meringankan aktivitasnya,” ujar Basri dengan suara bergetar. Matanya berkaca-kaca, menahan air mata kebahagiaan dan rasa syukur.

Ada momen di mana Basri menunduk, menarik napas dalam-dalam sebelum melanjutkan.

“Kami sekeluarga mendoakan Pak Ardian Saputra agar selalu sehat, murah rezeki, dan dimudahkan urusannya. Semoga niat baiknya mencalonkan diri sebagai bakal calon bupati Lampung Utara dapat terwujud,” katanya, suaranya terdengar tulus dan penuh harap.

Kisah ini adalah tentang lebih dari sekadar bantuan materi. Ini tentang kasih sayang yang menjalar, dari satu hati ke hati lainnya.

Ardian Saputra, meskipun tidak hadir, melalui perwakilannya, berhasil menyampaikan pesan bahwa kepemimpinan adalah tentang melayani dan membantu sesama.

Di hari itu, di Semuliraya, kehadiran sebuah kursi roda mengubah segalanya. Itu adalah harapan yang terlihat nyata, seperti matahari yang terbit di pagi hari, membawa cahaya dan kehangatan bagi mereka yang merasakannya. (rofiq/red)


Berlangganan berita gratis di Google News klik disini
Ikuti juga saluran kami di Whatsapp klik disini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *