iklan
SUDUT PANDANG

Islah Lirboyo Hanya Sepakati Muktamar Dipercepat, Tidak Menganulir Hasil Pleno

×

Islah Lirboyo Hanya Sepakati Muktamar Dipercepat, Tidak Menganulir Hasil Pleno

Share this article

Oleh: Purwanto M Ali
Ketua PP GP Ansor 2005–2011

DI tengah riuh rendah dinamika internal Nahdlatul Ulama, Lirboyo kembali menjadi ruang teduh tempat para masyayikh menurunkan keteduhan. Rapat Konsultasi Syuriyah PBNU dengan Mustasyar PBNU yang digelar di kompleks pesantren tua itu akhirnya menghasilkan satu kesimpulan penting: NU perlu segera menggelar Muktamar.

Hanya itu. Tidak lebih, tidak kurang. Tidak ada satu pun keputusan yang menyebut pembatalan atau koreksi terhadap hasil Rapat Pleno Syuriyah PBNU di Hotel Sultan pada 9 Desember 2025.

Inilah poin yang perlu ditegaskan agar publik NU tidak terseret pada tafsir yang berlebihan. Karena sejatinya, keputusan mempercepat Muktamar adalah bentuk ikhtiar luhur para kiai untuk menjaga marwah organisasi, mendinginkan suasana, dan mengembalikan semua proses pada rel konstitusi NU: AD/ART serta Perkum NU.

Rapat Konsultasi Syuriyah–Mustasyar sendiri merupakan forum yang sah sesuai aturan organisasi. Namun, posisinya bukan sebagai forum yang dapat mengubah, apalagi membatalkan, keputusan Pleno PBNU. Karenanya, apa yang diputuskan di Lirboyo harus tetap dilanjutkan melalui tahapan organisasi yang berlaku.

Rais Aam PBNU—sebagaimana mandat konstitusi—mesti membawa hasil Konsultasi tersebut ke Rapat Pleno PBNU atau Rapat Gabungan Syuriyah–Tanfidziyah. Di forum itulah akan ditentukan: apakah percepatan Muktamar disetujui seluruhnya atau hanya pada batas tertentu. Sebab, Pleno memiliki kewenangan untuk menerima, mengoreksi, bahkan menolak sebagian dari rekomendasi Konsultasi.

Dan sebelum Muktamar digelar, NU masih memiliki sejumlah tahapan permusyawaratan yang harus dihormati: Konferensi Besar (Konbes), bahkan mungkin Rapat Kerja Nasional bila dibutuhkan. Semua ini adalah bagian dari tradisi besar NU yang tidak boleh dikesampingkan hanya karena situasi sedang memanas.

Informasi dari sejumlah anggota Syuriyah yang hadir di Lirboyo juga menegaskan hal yang sama: Rapat Konsultasi tidak menyentuh, apalagi membatalkan, keputusan Pleno 9 Desember 2025. Dengan demikian, struktur kepemimpinan Syuriyah dan Tanfidziyah tetap berjalan sebagaimana mestinya. Rais Aam KH Miftachul Akhyar dan Pj Ketum PBNU KH Zulfa Mustofa tetap memegang amanah untuk memimpin tahapan persiapan menuju Muktamar yang dipercepat.

Dalam situasi yang penuh emosi dan berpotensi memecah, keputusan Lirboyo seharusnya menjadi sinyal bagi seluruh warga NU untuk kembali menurunkan tensi, menautkan kembali hati, dan menaruh segala perbedaan pada mekanisme organisasi yang telah disepakati bersama.

Pada akhirnya, Lirboyo memperlihatkan satu hal: Bahwa islah bukan berarti membatalkan keputusan, tetapi meneguhkan jalan keluar dengan cara paling beradab yang diwariskan para masyayikh.

Dan jalan itu kini sudah jelas:
Muktamar dipercepat, konstitusi tetap dijaga.

Trimakasih


Berlangganan berita gratis di Google News klik disini
Ikuti juga saluran kami di Whatsapp klik disini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *