iklan
PERISTIWA

Silaturrahmi Akbar, Rangkul Guru Ngaji dan Tokoh, Munir juga Santuni Ratusan Yatim

×

Silaturrahmi Akbar, Rangkul Guru Ngaji dan Tokoh, Munir juga Santuni Ratusan Yatim

Share this article

PEMBARUAN.ID – Anggota Komisi III DPRD Provinsi Lampung dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Munir Abdul Haris, menggelar silaturahmi bersama guru ngaji dan tokoh masyarakat yang dirangkaikan dengan santunan anak yatim.

Kegiatan tersebut berlangsung di Posko Munir Centre, Desa Sendangmulyo, Kecamatan Sendangagung, Kabupaten Lampung Tengah, Ahad (15/03/2026), dan dihadiri sekitar 800 orang.

Acara yang mengusung tema Santunan Anak Yatim dan Silaturahmi Tokoh Masyarakat serta Laporan Kinerja Satu Tahun Munir Abdul Haris sebagai Anggota DPRD Provinsi Lampung 2024–2029 itu berlangsung penuh kehangatan.

Rangkaian kegiatan diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Yalal Wathon, kemudian dilanjutkan dengan doa bersama untuk keselamatan bangsa yang dipimpin oleh KH. Shohahun Zainun, pengasuh Pondok Pesantren Sananul Falah Sendangmulyo.

Dalam kegiatan tersebut hadir sejumlah tokoh agama dan organisasi kemasyarakatan, di antaranya KH. Hamdat (Syuriah PCNU Lampung Tengah), Kyai Gufron Mustofa (Ketua MWC NU Sendangagung), Ustadzah Unainah (Ketua PAC Fatayat), Ibu Jariyah (Ketua PAC Muslimat), Khomaedi (Ketua DPAC PKB), KH.

Jalil (MWC NU Bangun Rejo), serta para pengasuh pondok pesantren, ustaz dan ustazah guru ngaji, imam masjid dan mushola, tokoh pemuda, serta aparatur Kampung Sendangmulyo.

Turut memberikan sambutan dalam acara tersebut antara lain Munir Abdul Haris sebagai anggota DPRD Provinsi Lampung, anggota DPRD Kabupaten Lampung Tengah H. Ujang Mahmud, Kepala Kampung Sendangmulyo Suparyo, serta perwakilan tokoh masyarakat Bapak Laman.

Dalam sambutannya, Munir memaparkan sejumlah capaian dan upaya yang telah diperjuangkannya selama satu tahun menjabat sebagai anggota DPRD Provinsi Lampung dari daerah pemilihan Lampung Tengah.

Ia menyampaikan komitmennya untuk terus mendorong percepatan pembangunan, terutama pada sektor infrastruktur jalan provinsi di wilayah Lampung Tengah.

Munir menjelaskan, pada tahun 2026 Kabupaten Lampung Tengah mendapat prioritas pembangunan sejumlah ruas jalan provinsi dengan total anggaran lebih dari Rp300 miliar.

Beberapa ruas jalan yang akan dibangun antara lain Pringsewu–Kalirejo sepanjang 2,5 kilometer, Bandar Jaya–Mandala sepanjang 10 kilometer, Wates–Metro sepanjang 1,5 kilometer, Kalirejo–Bangun Rejo sepanjang 6 kilometer, Padang Ratu–Pekurun Udik sepanjang 4 kilometer, serta Padang Ratu–Kalirejo sepanjang 7 kilometer.

Menurutnya, peningkatan anggaran tersebut merupakan hasil perjuangan bersama 12 anggota DPRD Provinsi Lampung lintas fraksi dari daerah pemilihan Lampung Tengah yang berkomitmen mendorong kebijakan pembangunan yang berpihak kepada masyarakat.

“Kami semua kompak dan berjuang bersama untuk mempengaruhi kebijakan publik yang maslahat bagi rakyat, khususnya masyarakat Lampung Tengah,” ujar Munir yang juga menjabat Wakil Katib PWNU Lampung dan Wakil Ketua Umum Kadin Lampung.

Dalam sesi dialog dengan masyarakat, sejumlah aspirasi juga disampaikan. Martoyo, salah satu warga, mengungkapkan terima kasih karena cucunya berhasil memperoleh beasiswa kuliah melalui perjuangan Munir.

Sementara itu, Sumarni mewakili para wali murid di Kecamatan Sendangagung menyampaikan apresiasi atas program bantuan pendidikan Program Indonesia Pintar (PIP) aspirasi PKB yang telah membantu ribuan siswa.

Munir menjelaskan bahwa pada tahun 2024 terdapat sekitar 11 ribu siswa yang menerima bantuan tersebut. Jumlah itu meningkat menjadi sekitar 25 ribu siswa di Lampung Tengah pada tahun 2025.

“Harapan kita di tahun 2026 minimal bisa bertahan di angka 25 ribu siswa, bahkan kalau bisa bertambah,” katanya.

Selain persoalan pendidikan, warga juga menyampaikan keluhan terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menanggapi hal itu, Munir menegaskan akan menjalankan fungsi pengawasan agar program pemerintah tersebut benar-benar berjalan sesuai tujuan dan memberikan manfaat bagi siswa.

Ia juga menanggapi aspirasi para sopir truk yang mengeluhkan larangan melintas di sejumlah ruas jalan karena dianggap melebihi batas muatan. Munir menjelaskan bahwa sesuai Peraturan Daerah, batas maksimal muatan untuk jalan provinsi adalah 12 ton, sementara jalan kabupaten maksimal 8 ton.

Munir berjanji akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah, kepolisian, serta instansi terkait untuk mencari solusi yang adil bagi para sopir sekaligus menjaga kualitas infrastruktur jalan.

Kegiatan tersebut ditutup dengan penyerahan santunan kepada anak yatim serta pembagian bingkisan kepada guru ngaji, tokoh masyarakat, dan warga yang hadir.

“Mohon jangan dilihat dari nilainya, tetapi semoga melalui silaturahmi ini kita bisa menambah amal kebaikan di bulan yang penuh berkah ini,” ujar Munir menutup acara. (***/red)


Berlangganan berita gratis di Google News klik disini
Ikuti juga saluran kami di Whatsapp klik disini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *