PEMBARUAN.ID (Lampura) — Komitmen pemerintah dalam pemerataan pembangunan infrastruktur mulai menunjukkan wujud nyata di daerah. Sejalan dengan program strategis nasional yang digagas Presiden Prabowo Subianto, Kodim 0412/Lampung Utara bergerak cepat mempersiapkan pembangunan jembatan perintis di sejumlah wilayah.
Langkah ini ditandai dengan dimulainya persiapan pembangunan Jembatan Perintis Garuda di dua titik strategis, yakni Desa Tulung Balak, Kecamatan Tanjung Raja, dan Desa Sawojajar, Kecamatan Kotabumi Utara. Proyek ini menjadi bagian dari upaya besar membuka akses wilayah yang selama ini terisolasi.
Komandan Distrik Militer (Dandim) 0412/LU, Letkol Inf Roni Faturohman, menegaskan bahwa pembangunan tersebut merupakan implementasi langsung dari arahan Presiden untuk membangun ribuan jembatan perintis di seluruh Indonesia.
“Program ini adalah langkah konkret agar tidak ada lagi wilayah yang terisolasi. Negara harus hadir dan dirasakan langsung oleh masyarakat, terutama di daerah terpencil,” ujar Roni, Kamis (02/04/2026).
Sebelumnya, Kodim 0412/LU telah melaksanakan ground breaking pembangunan Jembatan Perintis Garuda Tahap III dan IV wilayah Kodam II/Sriwijaya pada Rabu (01/04/2026) di Desa Tulung Balak. Kegiatan ini menjadi tonggak awal dimulainya pembangunan yang diharapkan mampu mengubah wajah konektivitas antarwilayah di Lampung Utara.
Menurutnya, pembangunan jembatan ini merupakan hasil sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam menjawab persoalan klasik masyarakat, khususnya keterbatasan akses transportasi antar desa. Selama ini, warga kerap menghadapi risiko tinggi saat menyeberangi sungai, terutama bagi anak-anak sekolah.
Dalam pelaksanaannya, proyek ini melibatkan satuan Zeni TNI AD yang memiliki keahlian dalam konstruksi cepat dan tangguh. Saat ini, tahapan pembangunan telah memasuki fase koordinasi logistik serta survei lapangan guna memastikan standar keamanan dan kualitas tetap terjaga.
Pengerjaan jembatan dilakukan dengan pola kerja massal, mengadopsi model pembangunan serentak seperti yang sebelumnya dilakukan pemerintah pusat. Targetnya, pembangunan dapat rampung dalam waktu relatif singkat tanpa mengurangi kualitas konstruksi.
Keberadaan Jembatan Perintis Garuda ini diproyeksikan membawa dampak signifikan bagi masyarakat. Selain meningkatkan akses pendidikan dengan jalur penyeberangan yang lebih aman, jembatan ini juga akan memperlancar distribusi hasil pertanian ke pasar, sehingga mampu menekan biaya logistik dan mendorong pertumbuhan ekonomi desa.
Tak hanya itu, jembatan ini juga akan menjadi jalur penting dalam mendukung program nasional, termasuk distribusi logistik Program Makan Bergizi Gratis (MBG) ke wilayah-wilayah pelosok.
Lebih dari sekadar pembangunan fisik, proyek ini menjadi simbol hadirnya negara dalam menjawab kebutuhan dasar masyarakat. Jembatan tersebut diharapkan menjadi penghubung antara potensi desa dan pusat pertumbuhan ekonomi di wilayah Lampung Utara.
“Presiden menekankan bahwa kesejahteraan rakyat dimulai dari konektivitas. Apa yang kami lakukan ini adalah bentuk pengabdian TNI untuk mendukung kesejahteraan masyarakat,” pungkas Roni. (Rofiq)














