PEMBARUAN.ID – Pencairan anggaran publikasi di Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Pesawaran menjadi sorotan.
Pasalnya, di tengah klaim kebijakan efisiensi anggaran daerah, dinas tersebut diduga masih melakukan belanja advertorial untuk sejumlah media.
Informasi yang dihimpun redaksi menyebutkan, Kabag Kerjasama Dinas Kominfo Pesawaran, Hendri mengungkapkan bahwa biaya advertorial untuk media cetak mingguan mencapai Rp2,5 juta untuk sekali tayang.
“ADV cetak mingguan Rp2,5 juta sekali tayang,” ujarnya.
Ia menjelaskan, anggaran publikasi di Kominfo Pesawaran memang telah mengalami pemangkasan cukup besar sebagai bagian dari kebijakan efisiensi yang diterapkan pemerintah daerah. Bahkan, pengurangan anggaran disebut mencapai lebih dari 60 persen.
Akibat pemangkasan tersebut, sejumlah media yang sebelumnya telah menjalin kerja sama dengan Kominfo juga dikabarkan mengalami pengurangan jatah publikasi.
“Coba tanya sama kasi teknisnya ya, soalnya anggaran publikasi efisiensi lebih dari 60 persen. Media yang sudah kerja sama saja jatahnya berkurang,” ujarnya.
Namun saat ditanya lebih lanjut mengenai ketersediaan anggaran advertorial, pegawai tersebut menyarankan awak media untuk mengonfirmasi langsung kepada bagian kerja sama di dinas tersebut.
“Coba hubungi ke bagian kerja sama di Dinas Kominfo Pesawaran,” ujarnya.
Di sisi lain, redaksi juga memperoleh dokumen invoice dari salah satu media cetak yang menagihkan jasa advertorial kepada Dinas Kominfo Pesawaran.
Dokumen tersebut tertanggal 10 Maret 2026 dan ditujukan ke Komplek Perkantoran Pemerintah Kabupaten Pesawaran di Desa Wiyono, Kecamatan Gedong Tataan.
Dalam invoice tersebut tercantum tagihan satu paket belanja jasa advertorial dengan nilai Rp7.500.000.
Di sisi lain, sejumlah media menunggu di tengah ketidakpastian rerkait pencairan anggaran publikasi.
“Saya dengar tidak ada pencairan. Kok tiba-tiba ada yang cair san jumlahnya lumayan. Ini apa maksudnya,” kata sumber pembaruan.id, Kamis (12/03/2026).
Hingga berita ini diturunkan, Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Pesawaran belum memberikan keterangan resmi terkait penggunaan anggaran publikasi tersebut, termasuk mekanisme pencairannya di tengah kebijakan efisiensi anggaran daerah. (***/red)














