PEMBARUAN.ID (Lamsel) – Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Provinsi Lampung mencetak sejarah dengan sukses menggelar Musabaqah Kutubut Turats Bainal Ma’ahid (Muktamad) ke-1 antar pondok pesantren. Kegiatan ini menjadi yang pertama digelar, tidak hanya di Lampung, tetapi juga di tingkat nasional.
Muktamad perdana tersebut dipusatkan di Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadiin, Jati Agung, Lamsel dengan mempertandingkan musabaqah kitab-kitab turats serta sejumlah cabang musabaqah olahraga yang melibatkan pondok pesantren dan lembaga pendidikan di bawah naungan RMI PCNU kabupaten/kota se-Lampung.
Ketua RMI PWNU Lampung, Gus Amin, mengatakan kegiatan ini digelar dalam rangka memperingati Hari Lahir (Harlah) 1 Abad Nahdlatul Ulama Masehi dan 103 Tahun Hijriyah. Mengusung tema “Mewujudkan Sinergi Santri Menuju Lampung Religi dan Berprestasi”, Muktamad diikuti puluhan pondok pesantren sebagai momentum kebersamaan sekaligus penguatan tradisi keilmuan Islam.
“Ajang ini bukan sekadar lomba, tetapi ruang konsolidasi santri untuk merawat tradisi keilmuan Islam sekaligus menjawab tantangan zaman,” ujar Gus Amin dalam sambutannya, Sabtu (24/01/2026).
Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Gubernur Provinsi Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, yang ditandai dengan penyerahan piala bergilir Gubernur Lampung serta satu tiket umroh bagi peserta terbaik.
Dalam sambutannya, Gubernur menegaskan bahwa pesantren memiliki peran strategis dalam membangun generasi yang tidak hanya berilmu agama, tetapi juga berwawasan luas dan adaptif terhadap perkembangan zaman.
“Penyelenggaraan kegiatan ini merupakan bukti ikhtiar nyata untuk meneguhkan sinergi pendidikan agama dengan kebutuhan sesuai perkembangan zaman,” kata Rahmat Mirzani Djausal.
Ia menambahkan, Pemerintah Provinsi Lampung mendukung penuh penguatan pendidikan agama di pesantren yang berjalan seimbang dengan pendidikan umum. Menurutnya, pesantren telah lama menjadi benteng moral bangsa dan sumber lahirnya kader-kader yang berkontribusi aktif bagi daerah dan negara.
“Melalui kegiatan ini, kita melihat santri mampu menguasai kitab turats, berpikir kritis, serta siap berkontribusi dalam pembangunan daerah maupun nasional,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Ketua PWNU Lampung, KH Andi Warisno, menegaskan bahwa Muktamad ke-1 ini memiliki nilai historis yang sangat penting karena Lampung menjadi daerah pionir penyelenggara kegiatan yang belum pernah digelar di tingkat nasional.
“Muktamad ini menjadi catatan sejarah. Lampung adalah yang pertama di Indonesia,” tegasnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Provinsi Lampung dan seluruh elemen masyarakat, seraya berharap kegiatan ini menjadi wadah strategis dalam memperkuat kesadaran santri akan pentingnya pendidikan yang menyatu antara nilai keagamaan dan tuntutan kemajuan zaman.
Ketua Panitia Pelaksana, Gus Nasihudin Musthofa, menjelaskan bahwa Muktamad bertujuan memacu semangat santri dalam mempelajari, menghafal, dan mengamalkan Al-Qur’an, sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap kitab-kitab turats sebagai sumber utama keilmuan Islam.
“Melalui Muktamad ini, kami ingin membentuk karakter santri yang berakhlak, berilmu, dan siap menghadapi tantangan zaman,” ungkapnya.
Rangkaian kegiatan Muktamad ke-1 RMI NU Lampung ini dijadwalkan akan ditutup oleh Wakil Gubernur Lampung, dr. Jihan Chaliem, yang juga dikenal sebagai salah satu tokoh muda Lampung berlatar belakang santri. (***/red)














