PEMBARUAN.ID — Penahanan mantan Gubernur Lampung, Arinal Djunaidi, memantik respons keras dari pihak keluarga. Istrinya, Riana Sari, meminta aparat penegak hukum tidak tebang pilih dan turut mengusut dugaan penyertaan modal sebesar Rp10 miliar di Lampung Energy Berjaya (LEB).
Dalam keterangannya kepada media, Riana menegaskan keyakinannya bahwa sang suami tidak melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana yang dituduhkan. Ia bahkan menyebut tidak ada aliran dana yang masuk ke rekening pribadi Arinal dari pihak mana pun, termasuk dari PT LEB yang sempat disebut dalam perkara.
“Kami hadir bersama anak-anak dan menantu untuk memberikan dukungan. Kami tidak malu, karena kami yakin bapak tidak korupsi. Tidak ada satu rupiah pun uang yang masuk ke kantong pribadi beliau,” ujar Riana, Selasa (28/04/2026) malam.
Ia menilai proses hukum yang berjalan harus dibuka secara terang dan adil. Menurutnya, semua pihak berhak mendapatkan perlakuan yang sama di hadapan hukum, tanpa diskriminasi.
“Kalau memang mau bicara serius soal persoalan di LEB ini, maka usut juga penyertaan modal Rp10 miliar itu. Jangan ada tebang pilih. Semua warga negara punya kedudukan yang sama di depan hukum,” tegasnya.
Riana juga mempertanyakan dasar penahanan yang dilakukan terhadap suaminya. Ia meminta aparat penegak hukum menjelaskan secara terbuka alasan dan motivasi di balik langkah tersebut.
“Kami ingin tahu, dasar penahanan ini apa? Apa motivasinya? Semua itu harus dijelaskan secara jernih di persidangan nanti,” katanya.
Meski tengah menghadapi situasi sulit, Riana menyebut kondisi Arinal dalam keadaan sehat dan tetap tegar. Bahkan, dalam pertemuan terakhir, keduanya sempat berbincang santai.
“Tadi kami masih sempat tertawa bersama. Beliau menitipkan jam dan cincin kepada saya. Pesannya, kami harus tetap kuat dan tidak khawatir,” ungkapnya.
Riana menegaskan, keluarga akan terus memberikan dukungan penuh dan siap menghadapi proses hukum hingga tuntas. Ia juga menyatakan akan terus membela suaminya demi mencari keadilan.
“Sampai kapan pun saya akan membela beliau. Kami percaya, keadilan pasti akan ditegakkan, dan kebenaran pada akhirnya akan ditemukan,” tutupnya. (***/red)














