PEMBARUAN.ID — Momentum ulang tahun ke-27 Serikat Pekerja Perkebunan Nusantara VII (SPPN VII) diisi dengan aksi nyata kemanusiaan. Melalui kegiatan donor darah yang digelar di Kantor PTPN I Regional 7, Kamis (23/04/2026), sebanyak 65 kantong darah berhasil dihimpun dari para pekerja di wilayah Lampung.
Kegiatan yang mengusung tema “Solidaritas Pekerja untuk Kemanusiaan” ini diikuti karyawan dari berbagai unit kerja, mulai dari PTPN I hingga PTPN IV Regional 7. Antusiasme peserta terlihat sejak awal kegiatan, bahkan sejumlah kebun mengirimkan pendonor melebihi kuota yang ditetapkan.
Ketua Umum SPPN VII, Sasmika, menegaskan bahwa donor darah bukan sekadar agenda seremonial, melainkan wujud nyata solidaritas lintas batas. Menurutnya, aksi ini mencerminkan nilai filantropi universal yang menempatkan semua manusia pada posisi setara saat membutuhkan pertolongan.
“Donor darah ini sederhana, tetapi manfaatnya sangat besar. Ini tentang kemanusiaan yang melampaui status dan jabatan. Darah kita sama ketika dibutuhkan untuk menyelamatkan jiwa,” ujar Sasmika.
Ia juga menambahkan, bagi serikat pekerja, darah menjadi simbol semangat perjuangan untuk mewujudkan kesejahteraan bersama. Di usia ke-27 ini, SPPN VII kembali meneguhkan komitmen memperjuangkan kepentingan pekerja, meski tidak selalu terlihat di permukaan.
Pelaksanaan donor darah didukung penuh oleh Palang Merah Indonesia (PMI) Cabang Bandar Lampung dengan menyiapkan enam unit tempat tidur donor, lima tenaga paramedis, dua petugas administrasi, serta satu dokter. Setiap peserta terlebih dahulu menjalani proses skrining kesehatan sebelum dinyatakan layak mendonor.
Sekretaris Jenderal SPPN VII, Yohanes P. Siagian, mengungkapkan bahwa donor darah merupakan salah satu agenda yang paling diminati oleh para pekerja. Ia menilai tingginya partisipasi ini lahir dari kesadaran dan kepedulian yang tulus.
“Antusiasme ini menunjukkan bahwa semangat kemanusiaan masih sangat kuat. Ini menjadi energi bagi kami untuk terus mengawal kepentingan pekerja,” ujarnya.
Menurut Yohanes, SPPN VII tidak hanya hadir sebagai pelengkap, tetapi sebagai mitra kritis yang terus bersinergi dengan manajemen demi kesejahteraan karyawan. Ia menegaskan bahwa banyak perjuangan organisasi yang mungkin tidak terekspos, namun hasilnya dapat dirasakan langsung oleh para pekerja.
Salah satu peserta donor, Yuswan (41), mengaku tergerak untuk ikut berpartisipasi karena ingin berbagi keselamatan bagi sesama. Baginya, donor darah adalah bentuk kebaikan yang tidak memerlukan biaya, namun berdampak besar.
“Yang penting sehat. Kita bisa bantu orang lain yang sedang membutuhkan. Itu sudah cukup,” katanya.
Sementara itu, dokter penanggung jawab dari Unit Donor Darah PMI Provinsi Lampung, Dian Ekowati, mengapresiasi kegiatan tersebut. Ia menjelaskan bahwa donor darah tidak hanya bermanfaat bagi penerima, tetapi juga berdampak positif bagi kesehatan fisik dan mental pendonor.
“Secara fisik tubuh jadi lebih bugar karena regenerasi darah, dan secara mental ada kepuasan karena bisa membantu sesama,” jelasnya.
Meski kegiatan berlangsung lancar, beberapa calon pendonor tidak dapat diambil darahnya karena kondisi kesehatan, seperti tekanan darah tinggi, konsumsi obat, atau kelelahan akibat perjalanan jauh. Hal ini menjadi catatan penting agar peserta mempersiapkan kondisi tubuh sebelum mendonor.
Secara keseluruhan, kegiatan ini tidak hanya menjadi perayaan ulang tahun, tetapi juga cerminan kuat solidaritas pekerja yang diwujudkan dalam aksi nyata. Di tengah dinamika dunia kerja, SPPN VII menunjukkan bahwa kepedulian dan kemanusiaan tetap menjadi fondasi utama perjuangan. (***/red)














