iklan
KOMUNITAS

Demokrasi dan Penghargaan: Ketika Peran Pemuda Diakui

×

Demokrasi dan Penghargaan: Ketika Peran Pemuda Diakui

Share this article

GAMKI dan Sejumlah OKP Dianugrahi Penghargaan

PEMBARUAN.ID – Demokrasi bukan sekadar soal kotak suara dan hasil akhir. Ia adalah proses panjang, sebuah perjalanan yang menuntut partisipasi, keterlibatan, dan pengawasan dari semua elemen masyarakat. Dan hari ini, sebuah pengakuan hadir bagi mereka yang memilih untuk terlibat.

Di sebuah ruangan di Swiss-Belhotel Lampung, apresiasi diberikan. Bukan kepada politisi atau pemegang kekuasaan, melainkan kepada mereka yang berada di barisan pengawal demokrasi—sejumlah organisasi masyarakat dan kepemudaan, termasuk Dewan Pimpinan Daerah Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (DPD GAMKI) Provinsi Lampung.

Bawaslu Provinsi Lampung, dalam acara “Evaluasi dan Refleksi Pelaksanaan Pengawasan Pemilihan Serentak Tahun 2024,” menyerahkan penghargaan ini sebagai bentuk penghormatan kepada mereka yang telah berkontribusi dalam memastikan pemilu berjalan dengan prinsip kejujuran dan keadilan.

Sebagai salah satu penerima penghargaan, DPD GAMKI Lampung tak sekadar hadir sebagai pengamat. Mereka bergerak, mengedukasi, mengawasi, memastikan bahwa suara rakyat tak hanya didengar, tetapi juga dihormati.

Dwiki Simbolon, Sekretaris Daerah DPD GAMKI Lampung, menyebut penghargaan ini bukan sekadar simbol, melainkan sebuah pengingat. “Ini bukan hanya tentang kami, tapi tentang tanggung jawab bersama dalam menjaga demokrasi. Pemuda harus berani terlibat, tak hanya dalam pemilu, tapi juga dalam kehidupan berbangsa,” ujarnya.

Dalam dunia yang kerap kali menyaksikan demokrasi terciderai oleh kepentingan, partisipasi aktif masyarakat menjadi pondasi utama dalam menjaga kepercayaannya. Bawaslu pun menegaskan, tanpa keterlibatan publik, pemilu yang berkualitas hanyalah angan-angan.

Di balik seremoni penghargaan ini, ada pesan yang ingin disampaikan: bahwa demokrasi bukan hanya milik mereka yang berada di tampuk kekuasaan, melainkan milik semua orang. Dan di pundak pemuda, harapan itu terus digantungkan.

Sebuah penghargaan, sebuah pengingat. Bahwa menjaga demokrasi adalah tugas yang tak pernah selesai. (***/red)


Berlangganan berita gratis di Google News klik disini
Ikuti juga saluran kami di Whatsapp klik disini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *