PRMBARUAN.ID – Pagi yang hening di Way Lima, berubah menjadi lebih berarti. Ada rasa syukur yang mengalir di antara derap langkah pengurus MWC NU Way Lima bersama Banom dan lembaganya.
Hari ini, Minggu (29/12/2024) bukan sekadar soal berbagi, tapi juga tentang mengukir keberkahan lewat program bertajuk “NU Peduli Pondok Pesantren.”
Bukan angka besar, hanya bantuan berupa beras. Tapi siapa bilang kebaikan diukur dari besarnya pemberian? Sembilan pondok pesantren di Kecamatan Way Lima menjadi saksi bahwa cinta itu nyata, bahkan dalam wujud yang sederhana.
Dana yang digunakan berasal dari Lazisnu MWC NU Way Lima, sebuah niat yang dilahirkan dari hati, untuk membalut hubungan yang tak bisa dipisahkan: NU dan pesantren.
“Pesantren itu tempat kita bertumbuh. Tempat NU berakar, berbuah, dan memberikan teduh pada siapa saja. Melalui program ini, semoga keberkahan dari para kiai dan santri menjalar ke setiap insan di Keluarga Besar NU,” kata Ketua MWC NU Way Lima, Rifa’i.
Sementara, KH. Syaiful Faiz, pengasuh Pondok Pesantren Darul Hikmah Margodadi, turut menabur doa. Ia juga menyampaikan terima kasih atas perhatian tersebut.
“Semoga NU dan semua warganya senantiasa istiqamah berkhidmat, mendapat keberkahan, manfaat, dan ridho Allah SWT,” katanya dengan nada penuh harap.
Di balik program ini, ada harapan sederhana yang terbungkus dalam doa: semoga NU tak sekadar menjadi organisasi, tapi juga rumah bagi semua. Agar setiap warga bisa merasakan manfaatnya, dan setiap pesantren tetap berdiri kokoh sebagai fondasi peradaban.
Hari ini bukan soal memberi, tapi soal menyentuh. Bukan tentang materi, tapi tentang doa yang mengalir, menembus dinding-dinding pesantren, menjangkau langit. Dan kita, di bawahnya, hanya bisa mengamini. (red)














