logo pembaruan
list

Sejumlah Tokoh Khawatirkan Netralitas Pj Gubernur dalam Pilkada

Facebook
Twitter
WhatsApp

PEMBARUAN.ID – Sejumlah tokoh politik meminta Penjabat (Pj) Gubernur Lampung yang telah resmi dilantik untuk menjaga netralitas dalam perhelatan pemilihan kepala daerah (Pilkada) 27 November 2024 mendatang.

Diketahui Staf Ahli Kemenpora Bidang Hukum Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Samsudin resmi dilantik sebagai Pj Gubernur Lampung, di Kantor Kemendagri, Jakarta, Rabu (19/06/2024).

Anggota Fraksi PKB, Jauharoh Haddad menyambut baik atas dilantiknya Samsudin sebagai Pj Gubernur Lampung.

Ia berharap, menjelang Pilkada, Pj Gubernur akan bersikap netral dan tidak berpihak ke partai politik manapun.

“Harapannya dari Fraksi PKB, Pj Gubernur bisa netral. Tidak berat kekanan maupun kekiri,” kata Anggota DPRD yang kerap disapa Kak Jau ini, Rabu (19/6/2024).

Selain itu, ia juga berharap Pj Gubernur bisa menjalankan tugas dan amanah ini dengan baik serta bisa bekerjasama dengan semua unsur Forkopimda di Provinsi Lampung.

Anggota Fraksi PDIP Watoni Noerdin pun menyebutkan Pj Gubernur harus netral dalam Pilkada. Meski menurutnya perkara netralitas ini tidak akan mudah.

Watoni mengatakan, dalam waktu dekat fraksi PDIP bakal menemui Pj Gubernur Samsudin untuk membicarakan beberapa hal termasuk menyangkut masalah Netralitas dalam Pilkada.

“Kami fraksi PDIP bakal menemui Pj Gubernur yang baru saja dilantik untuk audiensi,” kata Watoni, Rabu (19/06/2024).

Dalam audiensi itu, kata Watoni, pihaknya telah menyiapkan beberapa pembahasan yaitu,terkait netralitas di Pilkada, stabilitas pemerintahan, defisit anggaran, amanah sebagai Pj Gubernur, dan meminta agar tidak meninggalkan Lampung, kecuali urusan yang urgen.

Watoni berharap, Samsudin bisa menjalankan amanah dengan baik sebagai orang nomor satu di Lampung pengganti Arinal Djunaidi.

Ia menilai, sosok Pj Gubernur sangat penting mengetahui permasalahan di Lampung. Jika tidak, berpotensi menimbulkan polemik ketatanegaraan.

Sementara, Anggota Fraksi Gerindra Mikdar Ilyas mengatakan, pihaknya mengikuti sepenuhnya keputusan dan pelantikan Samsudin sebagai Pj Gubernur Lampung.

“Kita prinsipnya samina wa athona terhadap keputusan Kemendagri. Karena keputusan tersebut merupakan yang terbaik untuk masyarakat Lampung” kata Mikdar.

Jelang Pilkada, kata Mikdar, Pj Gubernur diharapkan menempati posisi dengan benar. Menurutnya Pj Gubernur merupakan pembina partai politik, karena itu tidak boleh berpihak dengan partai manapun.

Selain itu, ia mengatakan masyarakat Lampung masih membutuhkan pembangunan infrastruktur.

“Semoga pembangunan infrastruktur jalan di bawah kepemimpinan Samsudin menjadi prioritas,” kata dia.

Senada, anggota Fraksi Demokrat Muhammad Djunaidi menyebut, seorang pegawai negeri sipil (PNS) wajib untuk netral dalam Pilkada.

“PNS kan wajib hukumnya netral. Baik Pj Gubernur maupun PNS yang lain,” kata pria yang akrab disapa Bung Adi ini, Rabu (19/6/2024).

Ia pun menyakini, Pj Gubernur Lampung yang telah resmi dilantik akan netral dalam Pilkada mendatang.

Menurutnya, netralitas kepala daerah dalam Pilkada sangat penting. Karena hal ini menjadi legitimasi Gubernur terpilih kedepan.

Terpisah, Ketua DPW Partai Nasdem Lampung yang juga Balongub Lampung Herman HN juga berharap Samsudin dapat melaksanakan tugas dengan baik.

Herman pun menyebut bahwa Pj Gubernur Lampung yang baru dilantik harus netral dari kepentingan politik

“Harapan kita, bagaimana Pj Gubernur ini dapat melaksanakan tugas dengan baik. Biarpun sebentar (menjabat), tapi bagaimana bisa bekerja untuk mengayomi seluruh masyarakat Lampung,” kata dia, Rabu (19/6/2024).

Herman HN berharap, Samsudin dapat bersikap netral serta mampu membangun kerjasama dengan partai politik untuk mewujudkan Pilkada Lampung yang aman, damai, serta jujur dan adil.

“Dari sisi politik harus netral, bersama-sama dengan parpol supaya pemilu kita bisa jurdil, baik pemilihan gubernur, bupati maupun walikota se provinsi Lampung,” kata Herman.

Herman pun mengaku dirinya belum mengenal secara Pribadi sosok Samsudin.

Namun, Herman percaya bahwa sosok Pj Gubernur Lampung yang telah dilantik Mendagri hari ini merupakan sosok terbaik.

“Saya yakin yang ditunjuk oleh presiden adalah orang yang baik,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Herman berharap Samsudin mampu menjaga stabilitas pemerintahan di Provinsi Lampung.

“Yang jelas mudah-mudahan bisa bekerja dengan baik, pemerintahan berjalan dengan baik, lampung bisa kondusif, aman tentram, rakyatnya bisa diayomi semua,” pungkas Herman.

Sementara, pengamat politik dari Universitas Muhammadiyah Lampung (UML) Candrawansah memberi atensi serupa, yang meminta Pj Gubernur yang baru dilantik agar tidak cawe-cawe dalam Pilkada mendatang.

Menurut Candrawansah, Pj. Gubernur Lampung yang akan melewati masa Pemilihan Gubernur atau Pilkada serentak rentan terhadap netralitas ASN.

Ia mengatakan, dalam kegiatan pemilihan kepada daerah, Pj Gubernur dilarang sebagaimana dalam Pasal 71 Undang-undang 10 tahun 2016 yang berbunyi Pejabat negara, pejabat daerah, pejabat aparatur sipil negara, anggota TNI/POLRI, dan Kepala Desa atau sebutan lain/Lurah dilarang membuat keputusan dan/atau tindakan yang menguntungkan atau merugikan salah satu pasangan calon. Karena Pj merupakan pejabat daerah.

Bahkan, kata dia, unsur pidananya ada pada pasal 188 di UU 10 tahun 2016 tersebut yang berbunyi Setiap pejabat negara, pejabat Aparatur Sipil Negara, dan Kepala Desa atau sebutan lain/Lurah yang dengan sengaja melanggar ketentuan sebagaimana aturan yang dimaksud dalam Pasal 71, dipidana dengan pidana penjara paling singkat 1 (satu) bulan atau paling lama 6 (enam) bulan dan/atau denda paling sedikit Rp600.000,00 (enam ratus ribu rupiah) atau paling banyak Rp6.000.000,00
(enam juta rupiah).

Ia melanjutkan, masyarakat sangat berharap Pj. Gubernur Lampung yang menjabat kurang lebih 8 bulan ini dapat membawa perubahan Lampung ke arah lebih baik, khususnya dalam bidang politik, dengan menegakkan marwah Pemerintah Provinsi Lampung dalam berpolitik.

Permintaan agar Penjabat (Pj) Gubernur menjaga netralitas secara eksplisit menegaskan bahwa para tokoh politik di Lampung khawatir akan netralitas Pj Gubernur. (sandika)

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Berita Terkait

Copyright © pembaruan.id
All right reserved