logo pembaruan
list

Rumah Kecil untuk Sang Guru: Gotong Royong, Ilmu, dan Berebut Keberkahan

Facebook
Twitter
WhatsApp

PEMBARUAN.ID – Di antara rindangnya pohon-pohon di dusun Kuripan, Desa Sidodadi, Pesawaran, kehidupan mengalir sederhana namun penuh makna. Di sinilah kisah kebersamaan dan ketulusan hati menemukan panggungnya, sebuah cerita yang layaknya sebuah lukisan kehidupan desa yang terbingkai dalam kata-kata “Ilmu bi ta’allum wal barakah bil khidmah” – ilmu diperoleh dengan belajar, dan keberkahan ilmu dengan khidmah atau pengabdian.

Dalam lipatan-lipatan narasi pembaruan.id yang khas, kita diajak menyelami kehidupan Ustadz Solihin, sosok pemberi ilmu yang hidup tanpa kediaman permanen, dan bagaimana hal itu menjadi gerakan kolektif bagi warga dusun untuk mengungkapkan terima kasih dan penghormatan mereka.

Suatu hari, ketika Ustadz Solihin berbagi cerita tentang keinginannya akan sebuah tempat tinggal, meski sederhana, hati warga dusun Kuripan tergugah.

Mereka, yang puluhan tahun lalu belajar mengaji di bawah bimbingannya, merasa terpanggil untuk membalas budi.

Ini bukan sekadar pembangunan rumah, melainkan wujud nyata dari khidmah – pengabdian mereka kepada seorang guru yang telah memberikan ilmu dan bimbingan spiritual.

Dengan semangat gotong royong, warga berbondong-bondong membantu. Ada yang menyumbang material bangunan, ada yang menawarkan tenaga, dan ada pula yang mengatur logistik.

Dari yang direncanakan hanya sebagai rumah sederhana, apa yang terbangun jauh melebihi ekspektasi, menjadi simbol kebersamaan dan kekuatan komunitas yang dibangun atas dasar kecintaan dan penghormatan kepada sang ustadz.

Kisah ini, lebih dari sekadar pembangunan sebuah rumah, adalah refleksi dari nilai-nilai yang mendalam tentang ilmu, keberkahan, dan khidmah.

Ilmu yang diberikan Ustadz Solihin telah membawa keberkahan bagi dirinya sendiri dan warga dusun, melalui pengabdian dan kebaikan hati yang mengalir dari generasi ke generasi.

Dalam narasi Pembaruan.id yang kaya dan mendetail, pembaca diajak untuk merasakan kedalaman nilai-nilai kehidupan komunal di desa.

Kisah ini menjadi bukti nyata bahwa jabatan dan kedudukan mungkin sementara, tapi pengajaran, bimbingan, dan kebaikan hati adalah warisan abadi yang terus hidup dan menginspirasi.

Kisah dusun Kuripan dan Ustadz Solihin ini, dengan segala kerendahan hati dan kekuatan spiritualnya, menjadi cermin bagi kita semua tentang kekuatan ilmu, pengabdian, dan keberkahan yang sesungguhnya. (***)

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Berita Terkait

Copyright © pembaruan.id
All right reserved