logo pembaruan
list

Menolak Kehilangan Bahasa; Majelis 27an Hadirkan Kantor Bahasa Lampung

Facebook
Twitter
WhatsApp

PEMBARUAN.ID – Badan Bahasa dan Kantor Bahasa Provinsi Lampung menyebutkan kondisi bahasa Lampung saat ini cukup memprihatinkan. Kesimpulan ini diambil berdasarkan penelitian yang dilakukan di desa Penengahan Kecamatan Karya Punggawa, Pesisir Barat.

Menurut Penelaah Teknis Kebijakan, Kantor Bahasa Provinsi Lampung, Sustiyani, S.S., M. Hum, pihaknya telah melakukan kajian vitalitas bahasa dan menemukan hasil kondisi bahasa Lampung saat ini berada dalam kondisi rentan.

“Berdasarkan hasil penelitian di desa Penengahan Kecamatan Karya Punggawa, Pesisir Barat Hasilnya menunjukkan kondisi Bahasa Lampung saat ini berada pada status rentan, dengan indeks 0,79,” kata dia saat menjadi pembicara Majelis 27an, bertajuk ‘Menolak Kehilangan Bahasa’, Senin (27/05/2024) malam.

Ia pun turut menjelaskan, alasan Kantor Bahasa Provinsi Lampung memilih melakukan penelitian di desa Penengahan Kecamatan Karya Punggawa dikarenakan beberapa hal.

“Kami memilih desa tersebut karena tempatnya yang masih asri di plosok dan disana juga masih banyak penutur bahasa Lampung dan merupakan kampung tua, jadi masih sedikit terkontaminasi,” ujarnya.

Ia melanjutkan, di desa tersebut juga merupakan destinasi wisata Internasional. Karena itu, di tengah warga asing, bagaimana masyarakat mampu mempertahankan bahasa Lampung.

Menanggapi kondisi bahasa Lampung tersebut Kantor Bahasa Provinsi Lampung (KBPL) akan melaksanakan revitalisasi bahasa daerah.

“Hal itu sebagai upaya untuk menggiatkan penggunaan bahasa Lampung agar tidak mengalami kemunduran dan mencegah kepunahan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, bahwa terdapat beberapa hal yang menjadi penyebab kepunahan bahasa.

“Pertama, adanya perpindahan penduduk, pernikahan antarbudaya yang menyebabkan para orang tua tidak mewariskan bahasa ibunya pada generasi selanjutnya, selanjutnya adanya sikap penutur bahasa daerah yang menganggapnya tidak perlu digunakan lagi, dan terjadinya bencana,” pungkasnya.

Diketahui, Majelis 27an yang diselenggarakan satu bulan sekali ini telah berjalan selama dua tahun terakhir. Sementara pembahasan seputar bahasa Lampung sudah dua kali pertemuan.

Mengambil tema bahasa Lampung ini lantaran bahasa daerah ini cukup terabaikan dirumahnya sendiri. (***)

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Berita Terkait

Copyright © pembaruan.id
All right reserved