logo pembaruan
list

Kejati Gali Lagi Korupsi Perjas Dewan Tanggamus

Facebook
Twitter
WhatsApp
Tak Ada Ampun, Meski Uang Kembali!

PEMBARUAN.ID – Meskipun kegelapan korupsi seolah ingin ditepis dengan pengembalian sebagian kerugian negara, bayang-bayang penyelidikan kembali menggelayut di DPRD Tanggamus.

Kejaksaan Tinggi (Kejati) Lampung, dalam sikap teguh dan tanpa kenal lelah, kembali membuka lembaran penyelidikan dugaan korupsi Perjalanan Dinas (Perjas) yang sempat menghebohkan publik itu.

Ricky Ramadhan, pemegang tongkat kepemimpinan sebagai Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasipenkum) Kejati Lampung menegaskan, proses hukum tidak akan berhenti hanya karena sebagian kerugian telah dikembalikan.

Dari balik meja kerjanya, Ricky mengungkap, pihaknya masih menyelidiki lebih lanjut, selanjutnya menunggu arahan dari atasan dan hasil resmi KPU untuk menentukan langkah selanjutnya.

Kerugian negara yang sempat ditutup-tutupi itu, kini perlahan terkuak dengan jumlah yang mencengangkan.

Ricky membeberkan bahwa masih ada kekurangan pengembalian kerugian negara sekitar Rp 500 juta.

“Saya ingat, Kasidik pernah menyebutkan, masih ada kekurangan sekitar 300-an juta lagi,” ujarnya, Rabu (06/03/2024) seraya memastikan bahwa penyelesaian kasus ini masih jauh dari kata selesai.

Perjalanan dugaan korupsi ini, yang awalnya tercatat merugikan negara hingga Rp 9,14 miliar, sempat menimbulkan guncangan. Namun, dengan kejelian dan tangan besi Kejati Lampung, sejumlah Rp 8,44 miliar telah berhasil dikembalikan ke kas negara.

Langkah ini, meskipun patut diapresiasi, tidak serta merta menghapus tuntutan hukum dan kebutuhan akan keadilan yang sebenarnya.

Kasus ini, yang berlarut-larut, tidak hanya menyeret nama DPRD Tanggamus ke dalam pusaran negatif, tapi juga menimbulkan tanda tanya besar tentang sistem pengawasan dan integritas di lingkaran pemerintahan.

Publik, yang telah lama menanti keadilan, kini memandang Kejati Lampung sebagai harapan terakhir untuk memperjelas garis antara benar dan salah, serta untuk memastikan bahwa setiap sen dari uang rakyat digunakan dengan cara yang bertanggung jawab dan transparan.

Dengan penyelidikan yang kembali dibuka, Kejati Lampung tidak hanya berhadapan dengan lapisan korupsi yang mungkin lebih dalam, tapi juga dengan tantangan untuk memulihkan kepercayaan publik terhadap sistem hukum dan keadilan sosial.

Di tengah kekaburan yang menyelimuti kasus ini, satu hal yang jelas: Kejati Lampung tidak akan berhenti sebelum keadilan benar-benar terwujud. (***)

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Berita Terkait

Copyright © pembaruan.id
All right reserved