list

Dihujani Pertanyaan, Gus Imin: Semua Ketidakadilan Harus Diubah

Facebook
Twitter
WhatsApp

PEMBARUAN.ID – Calon wakil presiden (cawapres) 01 Muhaimin Iskandar dihujani sejumlah pertanyaan oleh pemuda, bapak-bapak dan ibu-ibu kota Metro dalam agenda ‘Slepet Imin’, di Cafe Kopi Alam, Kota Metro, Senin (08/01/2023).

Diketahui dalam agenda Slepet Imin, terdapat salah satu termin pembahasan yang memberikan ruang bagi masyarakat untuk menyalurkan aspirasi hingga keluhan langsung kepada Muhaimin Iskandar atau Gus Imin. 

Penanya pertama, Andre, yang berprofesi sebagai Komandan Sekuriti, menanyakan Omnibus law, tentang kontrak kerja tanpa batas. Sistem kerja di Indonesia model kontrak sangat menyebalkan karena terdapat oknum-oknum yang bermain, apabila terdapat perpanjangan kontrak si karyawan dipaksa membayar, perubahan apa yang bakal dilakukan. 

Menjawab hal tersebut, Gus Imin mengatakan, hal tersebut memang terjadi di banyak tempat. Menurutnya pekerjaan sekuriti adalah pengaman yang tidak aman. Bagaimana mau bekerja dengan tenang jika kontraknya terbatas. 

“Inilah yang harus dibenahi dan diubah. Perubahan itu yang bekerja disektor informal itu sudah hampir 50 juta dan tidak memiliki kepastian dan keamanan kerja. Omnibus law dibuat untuk mempercepat investasi dan bisnis. Namun nyatanya tidak merubah nasib para pekerja,” kata dia.

Oleh karena itu, kata dia, AMIN menang, semua undang-undang yang merugikan para pekerja akan diubah. Pekerja kita harus memiliki bergaining yang memadai, dan tidak ada ruang pungutan liar yang merusak pekerja kita.

Kemudian, Joni menyampaikan, tentang langkah-langkah perubahan pasangan AMIN di bidang hukum, ekonomi dan demokrasi. Selanjutnya penanya ketiga, Sintia, mengajukan pertanyaan tentang banyaknya infrastruktur jalan di Lampung yang rusak.

Penanya keempat, Alwi, menanyakan tentang program 40 kota setara Jakarta. Penanya kelima, Purwanti mewakili pertanyaan ibu-ibu, menanyakan tentang kebutuhan pokok yang terus naik. 

Menanggapi sejumlah pertanyaan tersebut, Gus Imin mengatakan, dari berbagai masukan dan permasalahan itu kesimpulannya hanya satu yaitu perubahan. Problem-problem ini tidak bisa dibiarkan. 

Perubahan bisa dimulai dari perubahan cara pemimpin dan perubahan kerja pemimpin. Dia mengatakan AMIN serius untuk perubahan. Menurutnya sejumlah pertanyaan tersebut solusinya hanya satu, yaitu perubahan. 

“Pemerintah mempunyai tanggung jawab untuk membuat dompet masyarakat terisi, belanjanya murah dan tabungannya banyak. Penghasilan dapat, biaya belanja murah, sehingga bisa memungkinkan untuk menabung,” kata dia.

Hal ini bisa dimulai dengan dua hal, kesempatan dan akses mendapatkan pendapatan. Hal ini jalan keluarnya dengan membuka lapangan pekerjaan sebanyak-banyaknya dengan cara membangun industri.

“Apabila dalam pertanian, kami memiliki konsep revolusi agromaratim. Kita benahi dari hilir  ke hulu. Dari tanah sampai ke produksi, dan sampai ke transportasi jalan hingga infrastruktur,” imbuhnya.

Dia mengatakan, salah satu program yang telah disepakati bersama Anies untuk manambah jalur kereta api. Penambahan jalur kereta api ini jauh lebih murah dibandingkan dengan jalan tol. Ini juga terkait dengan infrastruktur. 

Kalau ini terjadi, logistik lancar dan harga turun. Kita, lanjut dia, lebih baik mendistribusikan anggaran dibanyak titik dibanding hanya satu titik. Sehingga terjadi pemberdayaan yang merata.

Sehingga anak Lampung untuk maju tidak harus ke Jakarta dan cukup dari tanah kelahirannya saja. 

Sementara aspek yang kedua, banyak mafianya, dari produsen ke konsumen. Dari petani saja banyak mafianya, mafia pinjaman, utang, pupuk hingga rentenir. 

Mafia-mafia yang membuat harga mahal ini perlu dislepet. Mafia yang hanya bertujuan untuk mendapatkan keuntungan sendiri harus diubah. 

“Insyaallah AMIN menang, semua mafia dislepet,” kata dia. (sandika)

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Berita Terkait

Copyright © pembaruan.id
All right reserved