logo pembaruan
list

Deklarasi di Adipura, Ini Orasi Politik Umar Ahmad

Facebook
Twitter
WhatsApp

Singgung Infrastruktur, Pendidikan dan Kesejahteraan

PEMBARUAN.ID – Bertepatan dengan moment peringatan hari lahir Pancasila, Umar Ahmad resmi mendeklarasikan diri sebagai bakal calon Gubernur Lampung di Bundaran Tugu Adipura Bandarlampung, Sabtu (01/06/2024).

Deklarasi yang dirangkai dengan jalan sehat yang diikuti ribuan masyarakat Bandarlampung itu, mantan Bupati Tulangbawang Barat tersebut penyampaian orasi politiknya.

Di bawah payung merah bermotif garis ala Bung Tomo, Umar Ahmad menyampaikan, hari kelahiran pancasila ini atau 85 hari sebelum pendaftaran calon Gubernur, adalah monumen yang menjadi simbol bagi kekuatan, ketahanan, dan kearifan provinsi, di mana ribuan masyarakat berkumpul dengan satu semangat.

“Biarlah tugu ini menjadi penjaga setia, yang mengingatkan kita akan sejarah panjang tentang keteguhan dan kebersamaan yang telah membentuk identitas kita,” kata Umar dihadapan relawan dan ribuan masyarakat.

Umar lantas menyinggung pembangunan infrastruktur dan pendidikan di Lampung. Ia mengaku sedih ketika tempat yang dicintai ini menjadi pembicaraan luas, lantaran infrastruktur yang buruk.

“Kita memerlukan infrastruktur fisik yang baik, sebab jalan-jalan yang mulus dan jembatan yang kokoh juga akan berfungsi sebagai jalur penghubung dan jembatan kebudayaan yang mempertemukan hati dan pikiran kita. Infrastruktur yang baik memudahkan kita bertemu, bersilaturahmi, dan saling mengenal,” ujar Umar.

Menurut Umar, pembangunan jalan yang baik tentu saja akan mempermudah menjangkau wilayah mana pun di provinsi. Kemudian, menghubungkan desa-desa di pelosok dengan pusat-pusat ekonomi, pendidikan, dan kesehatan.

“Jalan yang mulus dan aman memungkinkan anak-anak kita pergi ke sekolah dengan lebih mudah, petani mengangkut hasil bumi mereka, dan warga bisa menjangkau layanan kesehatan dengan lebih cepat,” jelasnya.

Ia menegaskan, berbicara infrastruktur bukan hanya soal membangun fasilitas fisik, melainkan juga tentang upaya untuk membangun masa depan yang lebih baik bagi seluruh masyarakat Lampung. Pada akhirnya, itu semua akan menyumbang bagi peningkatan kualitas hidup kita secara keseluruhan.

Umar lantas menyinggung ingin menaruh perhatian yang sungguh-sungguh soal pendidikan. Menurutnya pendidikan adalah medua utama untuk melahirkan generasi yang lebih baik.

“Jika kita menginginkan setiap anak di Lampung tumbuh dengan pengetahuan yang mendalam tentang akar budayanya, dan sekaligus memiliki keterampilan untuk beradaptasi dengan dunia modern, kita harus memberikan pendidikan yang terbaik untuk mereka,” imbuhnya.

Ia mengatakan, sosok guru harus menjaga nilai-nilai budaya, yang mengajari anak-anak untuk bangga akan identitas mereka, yang pada suatu ketika nanti akan dengan bangga mereka mengatakan, “Saya anak Lampung.”

“Pendidikan bukan sekadar aktivitas transfer pengetahuan, tetapi juga tentang bagaimana kita membentuk karakter dan nilai-nilai moral. Maka, kita harus memastikan bahwa para guru memiliki sumber daya yang cukup, dan kita harus mendukung mereka dalam tugas mulia ini,” kata Umar.

Meski kata Umar, hal ini bukanlah perkara yang mudah untuk diwujudkan. Karena itu ia menyebut Lampung membutuhkan sosok pembaharu.

“Kita harus memiliki kehendak yang kuat untuk mewujudkan pendidikan yang baik bagi semua, sebab semua anak, tanpa memandang latar belakang ekonomi, berhak mendapatkan pendidikan yang baik,” tegasnya.

Ia menilai dengan pendidikan berkualitas, akan tercipta generasi masa depan yang cakap. Merekalah yang kelak akan memimpin Lampung, dan pendidikan yang baik akan membantu menyiapkan mereka menjadi pemimpin yang bijaksana, inovatif, dan berintegritas, yang akan membawa Lampung menuju kemajuan dan kesejahteraan.

Selain itu, Umar juga menyampaikan terkait kesejahterann rakyat. Kesejahteraan yang sejati menurutnya tidak hanya diukur dari keberhasilan materi, tetapi juga dari kualitas kehidupan yang penuh makna dan bermartabat bagi tiap-tiap individu.

“Kesejahteraan adalah cerminan langsung dari keadilan sosial, di mana setiap orang, tanpa memandang asal usul, tanpa memandang warna kulit dan ciri-ciri fisik, memiliki kesempatan yang sama untuk meraih kehidupan yang layak,” pungkasnya. (sandika)

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Berita Terkait

Copyright © pembaruan.id
All right reserved