Google Perkuat Fitur Play Protect
list

Google Perkuat Fitur Play Protect untuk Melindungi Pengguna Android dari Penipuan Online

Facebook
Twitter
WhatsApp

Dalam menghadapi meningkatnya kasus penipuan online, Google telah memperkuat fitur Play Protect untuk melindungi pengguna Android dari aplikasi penipu yang di-download dari sumber luar Play Store. Langkah ini diambil menyusul laporan terkait semakin banyaknya modus penipuan finansial yang dilakukan melalui aplikasi-aplikasi yang diunduh dari sumber pihak ketiga.

Menurut laporan yang diterbitkan oleh 9to5Google, fitur baru ini bertujuan untuk mengidentifikasi aplikasi yang terlibat dalam kegiatan penipuan finansial atau financial fraud, terutama yang di-download dari luar Play Store seperti melalui browser, aplikasi pesan, atau file manager.

Salah satu aspek utama dari fitur ini adalah kemampuannya untuk memblokir instalasi aplikasi secara otomatis jika aplikasi tersebut meminta izin akses yang sering disalahgunakan untuk penipuan. Google telah menetapkan beberapa izin akses yang menjadi target utama, antara lain RECEIVE_SMS, READ_SMS, BIND_Notifications, dan aksesibilitas. Izin-izin ini kerap dimanfaatkan oleh para penipu untuk mencuri informasi penting seperti one-time password dari SMS atau notifikasi, serta mengintip konten di layar pengguna.

“Berdasarkan analisis kami terhadap keluarga malware penipu yang memanfaatkan izin runtime sensitif ini, kami menemukan bahwa lebih dari 95% instalasi datang dari sumber sideloading-internet,” ungkap Google seperti dilansir oleh 9to5Google.

Fitur Play Protect juga akan memberikan peringatan secara langsung kepada pengguna apabila terdeteksi adanya potensi bahaya dari suatu aplikasi. Google menjelaskan bahwa aplikasi yang dicurigai dapat meminta akses terhadap data sensitif, meningkatkan risiko pencurian identitas, dan penipuan finansial.

Uji Coba Fitur Perlindungan di Singapura

Fitur perlindungan baru ini saat ini sedang diuji coba di Singapura selama beberapa pekan ke depan. Google telah berkolaborasi dengan Badan Keamanan Siber Singapura (CSA) untuk menguji keefektifan fitur ini sebelum dirilis secara global.

Google menyatakan bahwa pihaknya akan terus mengawasi hasil uji coba ini untuk mengevaluasi dampaknya dan melakukan perubahan jika diperlukan. Saat ini, belum ada informasi yang pasti mengenai kapan fitur ini akan tersedia untuk pengguna Android di negara lain.

Di sisi lain, fitur pemindaian real-time yang disediakan oleh Play Protect telah membawa dampak yang signifikan bagi pengguna di beberapa negara seperti India, Thailand, Singapura, dan Brasil. Fitur tersebut telah berhasil mengidentifikasi lebih dari 515.000 aplikasi berbahaya dan mengeluarkan lebih dari 3,1 juta peringatan atau pemblokiran.

Dengan langkah-langkah ini, Google berupaya keras untuk memberikan perlindungan yang lebih baik bagi para pengguna Android dari ancaman penipuan online yang semakin canggih dan merugikan. (***)

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Berita Terkait

Copyright © pembaruan.id
All right reserved