iklan
PERISTIWA

Aksi Peduli Mahasiswa STKIP PGRI Balam: Sepotong Nasi untuk Sesama

×

Aksi Peduli Mahasiswa STKIP PGRI Balam: Sepotong Nasi untuk Sesama

Share this article

PEMBARUAN.ID – Langit di atas Tugu Adipura tepat di persimpangan Jalan RA Kartini dan Jalan Raden Intan, Rabu (06/11/2024) sore itu seperti menggantungkan rasa damai yang tak biasa.

Di tengah hiruk-pikuk kota, di antara kendaraan yang melaju dan pejalan kaki yang berlalu-lalang, sekelompok mahasiswa dari STKIP PGRI Bandarlampung berdiri di sana, bukan sekadar menunggu, melainkan membawa sepenuh hati untuk berbagi. Nasi kotak di tangan mereka bukan hanya sekedar nasi; ada kepedulian yang mereka bungkus rapi di dalamnya.

Di balik aksi ini, ada seorang perempuan bernama Pina Haidar yang berdiri sebagai koordinator. Sosoknya sederhana, tapi semangatnya mengalir tegas.

Bagi Pina, berbagi bukan sekadar memberikan apa yang kita punya, melainkan merangkul mereka yang mungkin kerap kali terabaikan di sudut-sudut kota.

“Kami ingin masyarakat lebih peduli, agar tak ada yang merasa sendirian di tengah kota yang tak pernah tidur ini,” ujar Pina.

Nada bicaranya tak hanya memantulkan empati, tapi sebuah ajakan yang lembut namun kuat—bahwa setiap kita punya bagian untuk saling menguatkan.

Para mahasiswa berjalan, menyalami dan menyapa mereka yang sedang mengadu nasib di pinggir jalan, lalu menyerahkan nasi kotak dengan senyum hangat.

Mata mereka berbicara lebih banyak daripada sekadar ucapan, seolah mengatakan, “Kami ada di sini untuk kalian.”

Di tengah aksi itu, ada yang berbeda dalam cara mereka berbagi. Setiap mahasiswa seolah memahami bahwa tak semua hal harus disampaikan lewat kata-kata.

Kadang cukup dengan tatapan penuh arti atau senyuman kecil yang mampu menceritakan kisah tanpa suara.

Bagi mereka, aksi sosial ini lebih dari sekadar membagi nasi. Ini adalah pengingat akan betapa kita semua terhubung dalam satu kehidupan yang saling menopang.

Di tengah-tengah kota yang mungkin kadang terasa asing, mereka hadir untuk menciptakan jembatan kehangatan.

Langkah mereka sore itu mungkin takkan mengubah dunia dalam sekejap. Tapi mereka percaya, satu tindakan kecil seperti ini dapat menjadi awal dari sebuah perubahan besar.

Di persimpangan jalan itu, mereka tidak hanya membawa nasi kotak. Mereka membawa harapan, mengajarkan bahwa kebaikan bisa tumbuh dari langkah sederhana siapa pun, di mana pun. (***)


Berlangganan berita gratis di Google News klik disini
Ikuti juga saluran kami di Whatsapp klik disini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *