logo pembaruan
list

Di Sela Reses, Nover Advokasi Warga

Facebook
Twitter
WhatsApp

PEMBARUAN.ID – Impelementasikan konsep advokasi sebagai upaya persuasi yang mencakup kegiatan penyadaran, rasionalisasi, argumentasi, serta rekomendasi tindak lanjut mengenai suatu hal atau kejadian.

Anggota FPKB DPRD Lampung H Noverisman Subing merespon cepat aduan warga Sekampung Udik, Lampung Timur, Kamis (23/02/2023) malam.

Ya, Anuari orang tua dan keluarga besar Almarhum Edy Sofyan, korban tewas akibat ditikam orang tak dikenal saat menonton pertunjukan organ tunggal, di Desa Puwokencono Kecamatan Sekampung Udik, Jumat (10/02/2023) malam, meminta Kanjeng –sapaan akrab Nover– agar mendorong pihak berwajib bergerak cepat.

“Keluarga korban meminta saya agar bisa menghubungi aparat kepolisian, guna mengungkap peristiwa itu secepatnya,” kata Nover.

Mendengar permohonan tersebut, kata Kanjeng, dirinya langsung menghubungi Kasat Reskrim Polres Lampung Timur Iptu Jhohannes Erwin melalui Whatsaap, untuk mempertanyakan peristiwa yang menimpa korban Edy Sofyan.

Tidak sampai satu menit, lanjut Kanjeng, Iptu Jhohannes Erwin langsung dijawab, dan menjelaskan jika perkara tersebut sedang ditangani oleh Polsek Sekampung Udik.

“Kami sudah memeriksa saksi saksi dan melakukan upaya terus untuk ungkap. Mohon waktu dan kesabarannya Pak,” kata Kanjeng menirukan isi pesan yang dikirim Iptu Jhohannes Erwin.

Kanjeng berharap kasus tersebut ditangani secepatnya dan pelaku dapat diadili seadil-adilnya.

Rampung Keluhan Warga Way Bunggur

Sementara, di Way Bunggur, Lampung Timur Kanjeng menampung aspirasi masyarakat terkait pembangunan jembatan penyeberangan antar Desa Tanjung Tirto dengan Desa Kali Pasir yang mangkrak.

Menurut warga setempat Subur, pondasi jembatan tersebut sudah dibuat sejak beberapa tahun lalu, namun hingga saat ini belum ada kelanjutan pembangunan.

“Jembatan itu sangat dibutuhkan masyarakat. Tidak saja oleh penduduk kedua desa tapi juga masyarakat Lampung Timur maupun Lampung Tengah yang kerap melintas dijalur itu,” kata Subur.

Untuk dapat melintas di wilayah tersebut, lanjut Subur, sejak dulu hingga kini warga harus naik perahu getek dengan sewa beberapa ribu per orang atau per motor.

Untuk persoalan tersebut, Kanjeng berjanji akan menindak lanjuti persoalan tersebut ke Pemda. (tim/red)

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Berita Terkait

Copyright © pembaruan.id
All right reserved