iklan
KOMUNITASPERISTIWA

PWI Lampung Tambah 22 Wartawan Berkompeten

×

PWI Lampung Tambah 22 Wartawan Berkompeten

Share this article

Dari UKW yang Disupport PHE OSES

PEMBARUAN.ID – Di sebuah gedung tiga lantai yang tak pernah kehilangan denyutnya (Balai Wartawan Hi Solfian Akhmad) suasana berbeda terasa sejak pagi. Satu per satu peserta Uji Kompetensi Wartawan (UKW) ke-37 datang dengan raut tegang, seolah menyimpan doa yang sama ‘lulus sebagai wartawan kompeten’.

Namun pada Jumat (12/12/2025), ketegangan itu berubah menjadi lega dan haru ketika PWI Lampung resmi menutup rangkaian uji kompetensi yang diselenggarakan bersama PT Pertamina Hulu Energi Offshore South East Sumatra (PHE OSES).

Dari 30 peserta yang terdaftar, perjalanan tidak mulus bagi semuanya. Dua orang tak hadir, satu memilih mengundurkan diri, dan lima lainnya harus menerima kenyataan belum dinyatakan kompeten. Hanya 22 wartawan yang akhirnya dinyatakan layak menyandang predikat tersebut—sebuah angka yang membawa napas baru bagi dunia kewartawanan Lampung.

Ketua PWI Lampung, Wirahadikusumah, berdiri di depan para peserta dengan nada yang tidak hanya memberi selamat, tetapi juga mengingatkan makna yang lebih dalam. Kemenangan hari itu, katanya, bukanlah garis akhir.

“Teman-teman yang sudah dinyatakan kompeten, jangan jumawa,” ucap Wira, menatap para peserta yang masih memegang sertifikat dengan kedua tangan. “Kompeten itu penting, tetapi tanpa adab dan etika, kompetensi menjadi tidak berarti.”

Wira seolah mengulang pesan yang sudah lama ia gaungkan, bahwa seorang jurnalis yang baik bukan sekadar mahir menulis atau cekatan mengejar narasumber. Ada nilai yang harus melekat lebih kuat dari itu—adab. Dia mengibaratkan, bila BUMN punya value bernama akhlak, maka PWI punya nilai yang tak kalah penting yakni adab.

“Jurnalis berkualitas adalah mereka yang mampu menggabungkan skill dan adab,” tegasnya, menutup kalimat seperti mengetuk pintu kesadaran semua yang hadir.

Sementara itu, bagi mereka yang belum dinyatakan kompeten, suasana tak dibuat muram. Wira meyakinkan bahwa pintu kesempatan tidak pernah ditutup pada siapa pun yang mau belajar. “Jangan khawatir. Jadikan ini pengalaman. Enam bulan ke depan bisa ikut lagi,” ujarnya memberi semangat.

UKW kali ini bukan sekadar penilaian kompetensi. Ia menjadi ruang refleksi—bahwa profesi jurnalis bukan hanya soal memenuhi standar, tetapi menjaga marwah. Dan hari itu, 22 wartawan pulang membawa lebih dari sekadar sertifikat; mereka pulang dengan pesan moral bahwa adab adalah identitas yang tak boleh ditinggalkan.

Rangkaian UKW ditutup oleh Wasekjend PWI Pusat, Dr Iskandar Zulkarnain dengan pesan moral yang tak kalah penting, bahwa yang paling penting dari UKW adalah merubah cara bersikap menjadi lebih baik.

“Ingat teman-teman, predikat kompenten yang kalian sandang berarti sikap yang lebih baik dari sebelumnya. Jika dulu masih aneh-aneh, setelah kompenten tunjukkan kompetensi kalian dengan profesionalisme,” tutup pria yang akan meninggalkan kursi Ketua DK PWI Lampung itu. (***)


Berlangganan berita gratis di Google News klik disini
Ikuti juga saluran kami di Whatsapp klik disini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *