PEMBARUA.ID (Way Kanan) – Maraknya pungutan liar (pungli) terhadap sopir angkutan batubara yang melintas di Jalan Lintas Tengah Sumatera, Kabupaten Way Kanan, mendorong Polres Way Kanan untuk mengambil tindakan tegas. Dalam menanggapi isu yang telah viral di media sosial dan media arus utama, Polres menggelar rapat koordinasi awal bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Rabu (30/04/2025).
Kapolres Way Kanan, AKBP Adanan Mangopang, menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan berbagai upaya penegakan hukum terhadap pos-pos ilegal yang melakukan pungli. Namun, ia mengakui bahwa penindakan tidak berjalan efektif karena praktik tersebut telah mengakar dalam struktur sosial dan budaya masyarakat setempat.
“Penegakan hukum semata tidak cukup. Ini masalah kompleks yang juga menyangkut pemahaman hukum masyarakat dan keterlibatan para pemangku kepentingan daerah,” ujar AKBP Adanan.
Rapat ini turut dihadiri unsur Forkopimda seperti DPRD, Pemkab, TNI, Kejaksaan, Satpol-PP, dan jajaran Polres Way Kanan. Dalam forum tersebut, dibahas pentingnya kolaborasi antara kepolisian, pemerintah daerah, dan instansi terkait dalam memberi edukasi hukum serta menertibkan praktik pungli yang meresahkan pengusaha dan sopir truk batubara.
Kapolres juga menyinggung Surat Edaran Gubernur Lampung tahun 2022 yang masih berlaku, yang mengatur jam operasional angkutan batubara hanya diizinkan setelah pukul 18.00 WIB.
Ia berharap, dari rapat ini lahir rekomendasi konkret yang dapat diteruskan kepada Plt. Bupati Way Kanan hingga ke tingkat Pemerintah Provinsi, mengingat persoalan ini melibatkan dua wilayah hukum berbeda, yaitu Provinsi Lampung dan Sumatera Selatan.
Di tengah upaya menarik investasi dan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), AKBP Adanan menekankan pentingnya menciptakan rasa aman bagi para investor. Ia pun mengumumkan bahwa dalam waktu dekat Polres Way Kanan akan meluncurkan Operasi Pekat, yang berfokus pada pemberantasan premanisme dan pungli di wilayah tersebut.
“Operasi ini bukan hanya untuk penertiban, tapi juga upaya menciptakan iklim investasi yang sehat dan berkelanjutan,” pungkasnya. (demsy)














