logo pembaruan
list

Biofortifikasi Agronomi Jagung: Inovasi Dosen FP Unila Perangi Stunting

Facebook
Twitter
WhatsApp

 

PEMBARUAN.ID – Stunting menjadi permasalahan serius di Indonesia, termasuk di Provinsi Lampung. Untuk mengatasi hal ini, Dr. Agustiansyah, S.P., M.Si., salah satu dosen Fakultas Pertanian (FP) Universitas Lampung mengembangkan inovasi biofortifikasi tanaman jagung.

Biofortifikasi merupakan proses memperkaya kandungan gizi mikro pada tanaman pangan, seperti vitamin A, zinc, dan zat besi. Jagung dipilih karena merupakan makanan pokok masyarakat di Lampung, dan memiliki potensi besar untuk difortifikasi.

“Biofortifikasi jagung ini menjadi salah satu solusi untuk mengatasi stunting di Lampung. Dengan meningkatkan kandungan gizi mikro pada jagung, diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan gizi anak-anak dan mencegah stunting,” ujar Dr. Agustiansyah, S.P., M.Si.

Dalam penelitiannya, Dr. Agustiansyah, S.P., M.Si. menggunakan pupuk hayati yang mengandung mikroorganisme bermanfaat. Mikroorganisme ini membantu tanaman jagung menyerap lebih banyak vitamin A, zinc, dan zat besi dari tanah.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa biofortifikasi jagung dengan pupuk hayati dapat meningkatkan kandungan vitamin A hingga 100%, zinc hingga 50%, dan zat besi hingga 30%.

“Biofortifikasi jagung ini tidak hanya meningkatkan kandungan gizi mikro, tetapi juga meningkatkan hasil panen hingga 20%. Hal ini tentunya menjadi kabar baik bagi para petani,” jelas Dr. Agustiansyah, S.P., M.Si.

Inovasi biofortifikasi jagung ini telah mendapatkan apresiasi dari berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah dan masyarakat. Dr. Agustiansyah, S.P., M.Si. berharap inovasinya ini dapat diterapkan secara luas di Lampung, dan membantu mengatasi permasalahan stunting di Indonesia.

Universitas Lampung (Unila) berkomitmen untuk mendukung penelitian dan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat. Universitas terus mendorong para dosen dan mahasiswanya untuk mengembangkan solusi-solusi kreatif untuk mengatasi berbagai permasalahan yang dihadapi masyarakat. (***)

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Berita Terkait

Copyright © pembaruan.id
All right reserved