logo pembaruan
list

Ahir Cerita ‘Kerabat’, KPU Putuskan Pilwakot Tanpa Maskot

Facebook
Twitter
WhatsApp

PEMBARUAN.ID – Maskot hewan Kera (Kerabat) Pilkada Bandarlampung 2024 yang sempat menuai beragam protes, terutama dikalangan masyarakat adat berakhir damai dan diselesaikan secara adat.

Hal itu setelah diadakan ‘Musyawarah Penyelesaian Adat Polemik Maskot Pilkada Serentak 2024 di Ballroom Sheraton Lampung, Kota Bandarlampung, Sabtu (25/05/2024) sore.

Musyawarah tersebut dihadiri oleh lima komisioner KPU Kota Bandarlampung dan para Tokoh Adat Saibatin dan Pepadun se-Provinsi Lampung.

Ketua KPU Kota Bandarlampung, Dedy Triyadi, baik secara pribadi maupun kelembagaan menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya dan setulus-tulusnya atas kelalaian dalam menetapkan maskot Pilkada Bandarlampung.

Dedy menyebut kelalaian tersebut bukan unsur kesengajaan, tetapi disebabkan ketidaktahuan. Tanpa ada niat merendahkan adat istiadat masyarakat Lampung.

“Maskot ini hasil sayembara dari masyarakat Bandarlampung sebagai salah satu sarana sosialisasi Pilkada Bandarlampung 2024 untuk meningkatkan partisipasi masyarakat,” kata dia.

Menindaklanjuti polemik maskot tersebut, KPU Kota Bandarlampung memutuskan Pilkada Bandarlampung 2024 tidak menggunakan maskot.

“Tidak sama sekali ada lagi maskot. KPU hanya akan menggunakan jingle Pilkada Bandarlampung saja. Maskot tidak akan digunakan selama tahapan pilkada,” ujar dia.

Dedy Triyadi pun mengajak para Tokoh Adat Saibatin dan Pepadun se-Provinsi Lampung untuk menyukseskan tahapan Pilkada Serentak Nasional 27 November 2024 agar berjalan lancar sesuai tahapan yang telah ditentukan KPU RI.

Sementara, kepaksian Pernong Raja Duta Perbangsa Seem R Canggu dalam musyawarah adat mengapresiasi permohonan maaf KPU Kota Bandarlampung, dan tidak lagi menggunakan maskot “Kerabat” di Pilkada Bandarlampung 2024.

Selaku Juru Bicara Kepaksian Pernong, Seem R Canggu menerima permohonan maaf KPU Kota Bandarlampung.

“Kita sudah mendengar langsung pernyataan maaf dari Ketua KPU. Saya menghormati dan sangat berterima kasih atas ini semua. Secara pribadi, dan mewakili Kepaksian Pernong, kami menerima permohonan maaf ini,” kata dia.

Seem R Canggu berharap polemik maskot Pilkada Bandarlampung 2024 menjadi titik awal untuk menghormati simbol-simbol adat, dan menjaga warisan budaya adiluhung Saibatin dan Pepadun.

“Kita jadikan peristiwa ini sebagai titik berangkat kita, khususnya bagi lembaga-lembaga non adat. Ketika menyentuh masyarakat adat, lebih baik dikonsultasikan dulu dengan pemuka-pemuka adat,” ujar dia.

Perwakilan Tokoh Adat Saibatin dan Pepadun se-Provinsi Lampung yang turut hadir menyampaikan hal senada bahwa permohonan maaf KPU Kota Bandarlampung dapat diterima dengan baik.

Dalam musyawarah adat, Tokoh Adat Saibatin dan Pepadun se-Provinsi Lampung menerima permintaan maaf dari KPU Kota Bandarlampung yang ditandai dengan penyerahan kain putih dan terapang/punduk oleh Ketua KPU Kota Bandarlampung Dedy Triyadi kepada Perwakilan Tokoh Adat Saibatin marga Teluk Betung, disaksikan tokoh adat Saibatin dan Pepadun.

Acara musyawarah adat inipun dituangkan dalam Berita Acara Nomor 960/HM.03-BA/1871/2/2024 tentang Musyawarah Penyelesaian Adat Polemik Maskot Pilkada Serentak 2024 KPU Kota Bandarlampung.

Berita acara ditandatangani oleh Lima komisioner KPU Kota Bandarlampung dan 14 tokoh adat Saibatin dan Pepadun se-Provinsi Lampung. (sandika)

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Berita Terkait

Copyright © pembaruan.id
All right reserved